Universitas Sintuwu Maroso Poso
Lokasi: Poso, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Pulau Timor No. 1 Poso 94619
Telepon: 0452-21257
Website: http://unsimar.ac.id
Assalam’ualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,hallo guys!!!!!!!!!!!!!!!! Saya Bau Fauzia Latifah Akhmar dari prodi destinasi pariwisata pada postingan ini saya akan memaparkan tentang Sulawesi tengah.ingat yah jangan lupa like dan coment .
Sekiannnnn
SULAWESI TENGAH
A.Geografi
Kota Palu merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Secara geografis, Kota Palu terletak pada kawasan dataran lembah Palu dan teluk Palu sehingga wilayahnya terdiri dari lima bentang alam yang berbeda seperti pegunungan, lembah, sungai, teluk, dan lautan. Wilayah Kota Palu berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah timur, utara dan barat, Kabupaten Sigi di sebelah selatan, kabupaten Sigi di sebelah barat, dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah timur. Terdapat 8 kecamatan di Kota Palu, yaitu Kecamatan Palu Barat, Kecamatan Tatanga, Kecamatan Ulujadi, Kecamatan Palu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kecamatan Mantikulore, Kecamatan Palu Utara, dan Kecamatan Tawaeli.
Jumlah penduduk Kota Palu pada tahun 2016 yaitu 374.020 jiwa yang terdiri dari 188.017 jiwa penduduk laki-laki dan 186.003 jiwa penduduk perempuan. Jumlah penduduk Kota Palu mengalami pertumbuhan sebesar 1,61% dari tahun 2015 ke tahun 2016. Kepadatan penduduk di Kota Palu tahun 2016 sebesar 947 jiwa/km2 dengan kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Palu Timur sebesar 9.128 jiwa/km2 dan kepadatan terendah berada di Kecamatan Mantikulore sebesar 304 jiwa/km2. Berdasarkan komposisi umur, sebesar 72,11% penduduk Kota Palu merupakan penduduk usia produktif dengan angka ketergantungan sebesar 38,67%. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Palu sedang mengalami fase bonus demografi.
B.Luas Dan Batas Wilayah Sulawesi Tengah.
Sulawesi Tengah (disingkat Sulteng) adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduk sebanyak 3.021.879 jiwa (2021).[2] Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan.
C.Sejarah.
Pada Tanggal 13 April 1964, Provinsi Sulawesi Tengah terbentuk. Dalam usianya yang menginjak lebih setengah abad ini, banyak peristiwa penting mewarnai sejarah perjalanan provinsi ini. Bagi orang bijak, sejarah pada masalalu merupakan sumber inspirasi untuk saat sekarang dan saat yang akan datang.Dengan memahami sejarah, tindakan kepahlawanan dan peristiwa gemilang pada masa lalu diharapkan menjadi sumber inspirasi untuk mencetuskan peristiwa besar pula. Sejarah tersebut di antaranya seperti yang diuraikan berikut ini. Pada abad ke 13, di Sulawesi Tengah sudah berdiri beberapa kerajaan seperti Kerajaan Banawa, Kerajaan Tawaeli, Kerajaan Sigi, Kerajaan Bangga, danKerajaan Banggai. Pengaruh Islam ke kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah mulai terasa pada abad ke 16. Penyebaran Islam di Sulawesi Tengah ini merupakan hasil dari ekspansi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Pengaruh yang mula-mula datang adalah dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Wajo.Pengaruh Sulawesi Selatan begitu kuat terhadap Kerajaan-Kerajaan di Sulawesi Tengah, bahkan sampai pada tata pemerintahan. Struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah akhirnya terbagi dua, yaitu, yang berbentuk Pitunggota dan lainnya berbentuk Patanggota. Pitunggota adalah suatu lembaga legislatif yang terdiri dari tujuh anggota dan diketuai oleh seorang Baligau. Struktur pemerintahan ini mengikuti susunan pemerintahan ala Bone dan terdapat di Kerajaan Banawa dan Kerajaan Sigi. Struktur lainnya, yaitu, Patanggota, merupakan pemerintahan ala Wajo dan dianut oleh Kerajaan Palu dan Kerajaan Tawaeli. Patanggota Tawaeli terdiri dari Mupabomba, Lambara, Mpanau, dan Baiya. Pangaruh lainnya adalah datang dari Mandar. Kerajaan-kerajaan di Teluk Tomini adalah cikal bakalnya berasal dari Mandar. Pengaruh Mandar lainnya adalah dengan dipakainya istilah raja. Sebelum pengaruh ini masuk, di Teluk Tomini hanya dikenal gelar Olongian atau tuan-tuan tanah yang secara otonom menguasai wilayahnya masing-masing. Selain pengaruh Mandar, kerajaan-kerajaan di Teluk Tomini juga dipengaruhi Gorontalo dan Ternate. Hal ini terlihat dalam struktur pemerintahannya yang sedikit banyak mengikuti strukturpemerintahan di Gorontalo dan Ternate tersebut. Struktur pemerintahan tersebut terdiri dari Olongian (kepala negara), Jogugu (perdana menteri), KapitanLaut (Menteri Pertahanan), Walaapulu (menteri keuangan), Ukum (menteriperhubungan), dan Madinu (menteri penerangan) Dengan meluasnya pengaruh Sulawesi Selatan, menyebar pula agama Islam.Daerah-daerah yang diwarnai Islam pertama kali adalah daerah pesisir. Padapertengahan abad ke 16, dua kerajaan, yaitu Buol dan Luwuk telah menerimaajaran Islam. Sejak tahun 1540, Buol telah berbentuk kesultanan dan dipimpinoleh seorang sultan bernama Eato Mohammad Tahir. Mulai abad ke 17, wilayah Sulawesi Tengah mulai masuk dalam kekuasaan kolonial Belanda. Dengan dalih untuk mengamankan armada kapalnya dari serangan bajak laut, VOC membangun benteng di Parigi dan Lambunu. Padaabad ke 18, meningkatkan tekanannya pada raja-raja di Sulawesi Tengah. Mereka memanggil raja-raja Sulawesi Tengah untuk datang ke Manado dan Gorontalo untuk mengucapkan sumpah setia kepada VOC. Dengan begitu, VOC berarti telah menguasai kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah tersebut. Permulaan abad ke 20, dengan diikat suatu perjanjian bernama lang contract dan korte verklaring, Belanda telah sepenuhnya menguasai Sulawesi Tengah. Terhadap kerajaan yang membangkang, Belanda menumpasnya dengan kekerasan senjata. Pada permulaan abad ke 20 pula mulai muncul pergerakanpergerakan yang melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Selain pergerakan lokal, masuk pula pergerakan-pergerakan yang berpusat di Jawa.Organisasi yang pertama mendirikan cabang di Sulawesi Tengah adalah Syarikat Islam (SI), didirikan di Buol Toli-Toli tahun 1916. Organisasi lainnya yangberkembang di wilayah ini adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang cabangnya didirikan di Buol tahun 1928. organisasi lainnya yang membuka cabang di Sulawesi Tengah adalah Muhammadiyah dan PSII. Perlawanan rakyat mencapai puncaknya tanggal 25 Januari 1942. Para pejuangyang dipimpin oleh I.D. Awuy menangkap para tokoh kolonial seperti Controleur Toli-Toli De Hoof, Bestuur Asisten Residen Matata Daeng Masese, dan Controleur Buol de Vries. Dengan tertangkapnya tokoh-tokoh kolonial itu, praktis kekuasaan Belanda telah diakhiri. Tanggal 1 Februari 1942, sang merah putih telah dikibarkan untuk pertama kalinya di angkasa Toli-Toli. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama karena seminggu kemudian pasukan Belanda kembali datangdan melakukan gempuran. Meskipun telah melakukan gempuran, Belanda tidak sempat berkuasa kembali diSulawesi Tengah karena pada waktu itu, Jepang mendarat di wilayah itu,tepatnya di Luwuk tanggal 15 Mei 1942. dalam waktu singkat Jepang berhasil menguasai wilayah Sulawesi Tengah. Di era Jepang, kehidupan rakyat semakin tertekan dan sengsara seluruh kegiatan rakyat hanya ditujukan untuk mendukung peperangan Jepang. Keadaan ini berlangsung sampai Jepang menyerah kepada Sekutu dan disusul dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia Pada awal kemerdekaan, Sulawesi Tengah merupakan bagian dari provinsi Sulawesi. Sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, pasca kemerdekaan adalahsaatnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih. Rongrongan terus datang dari Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.Belanda menerapkan politik pecah-belah dimana Indonesia dijadikan negara serikat. Namun akhirnya bangsa Indonesia dapat melewati rongrongan itu dan pada tanggal 17 Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Sejak saat itu, Sulawesi kembali menjadi salah satu provinsi di Republik Indonesia dan berlangsung hingga terjadi pemekaran tahun 1960. Pada tahun tersebutSulawesi dibagi dua menjadi Sulawesi Selatan-Tenggara yang beribu kota di Makassar dan Sulawesi Utara-Tengah yang beribukota di Manado. Pada tahun 1964, Provinsi Sulawesi UtaraTengah dimekarkan menjadi provinsi Sulawesi Utara yang beribukota di Manado dan Sulawesi Tengah yang beribukota di Palu. Pada tanggal 13 April 1964, untuk pertama kalinya diangkat Gubernur tersendiri Propinsi Sulawesi Tengah, sehingga tanggal ini pula diperingati sebagai hari ulang tahun propinsi ini hingga sekarang.
D.Demografi.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat, jumlah penduduk Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 3,03 juta jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah tersebut, 2,12 juta jiwa (69,91%) merupakan kelompok usia produktif (usia 15-64 tahun).
Sementara itu, ada 913,14 ribu jiwa (30,09%) penduduk Sulteng yang merupakan kelompok usia tidak produktif. Secara rinci, 761,7 ribu jiwa (25,1%) adalah kelompok usia belum produktif (0-14 tahun). Kemudian, sebanyak 151,44 ribu jiwa (4,99%) penduduk Sulteng yang merupakan kelompok usia sudah tidak produktif (65 tahun ke atas).
Berdasarkan jenis kelamin, penduduk laki-laki di Sulteng sebanyak 1,56 juta jiwa (51,34%) dan perempuan sebanyak 1,48 juta jiwa (48,66%).
Menurut status perkawinan, ada 1,47 jiwa (48,58%) penduduk Sulteng yang berstatus belum kawin dan sebanyak 1,42 juta jiwa (46,8%) yang berstatus kawin. Ada pula 33,78 ribu jiwa (1,11%) penduduk di provinsi tersebut yang berstatus cerai hidup dan terdapat 106,28 ribu jiwa (3,5%) yang berstatus cerai mati.
E.Agama dan Suku Bangsa
Penduduk Sulawesi Tengah sebagian besar beragama Islam dengan persentase 72,36 % pemeluk agama Kristen 24,51%, pemeluk agam hindu dan Budha 3,13%.
Penduduk Sulawesi Tengah sebagian besar masih pagan, penganut animisme, dan memeluk agama suku. Baginya, agama Kristen adalah penyangga yang paling efektif melawan pengaruh Islam. Ia menghubungi lembaga misionaris Belanda, Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), dan meminta mereka untuk menempatkan seorang misionaris di wilayah ini. Pada tahun 1892, NZG kemudian mengirimkan misionaris bernama Albertus Christiaan Kruyt, yang ditempatkan di Poso. Langkah ini dilanjutkan pada tahun 1894, ketika pemerintah mengangkat Eduard van Duyvenbode Varkevisser, sebagai Kontrolir atau pejabat pemerintah yang akan menjadi pengawas dan pemimpin wilayah di Poso. Berapa persen Islam di Sulawesi Tengah?
Sebanyak 78,9% Penduduk Sulawesi Tengah Beragama Islam pada Juni 2021. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, penduduk di Sulawesi Tengah yang memeluk agama Islam sebanyak 2,39 juta jiwa pada Juni 2021.
F.Ekonomi
Ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan I 2022 tumbuh sebesar 10,49%, relatif stabil terhadap pertumbuhan triwulan IV 2021 sebesar 11,90% (yoy). Pencapaian laju pertumbuhan ekonomi Sulteng tersebut didorong oleh LU industri pengolahan yang tumbuh lebih tinggi dan masih menjadi pendorong utama perekonomian Sulteng. Laju pertumbuhan sedikit tertahan oleh melambatnya kinerja lapangan usaha (LU) utama yang lain, yaitu pertanian, pertambangan, perdagangan, dan konstruksi. Di sisi pengeluaran, kinerja ekspor yang tinggi mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Sulteng di tengah melambatnya pertumbuhan investasi. Pertumbuhan ekonomi Sulteng pada triwulan I 2022 merupakan pertumbuhan tertinggi ke-tiga di Sulampua setelah Maluku Utara (29,63% yoy) dan Papua (13,33% yoy).
G.Pemerintah.
Sulawesi Tengah (disingkat Sulteng) adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduk sebanyak 3.021.879 jiwa (2021).[2] Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan.
Nama Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura (lahir 8 Februari 1950) adalah Gubernur Sulawesi Tengah periode 2021—2022.
H.Pariwisata.
Sulawesi Tengah dengan ibukotanya Palu juga menyimpan sejuta pesona wisata yang siap untuk di eksplore. Keberadaannya yang dekat dengan teluk Palu dan tengah-tengah Pulau Sulawesi menghasilkan landscape cantik nan memukau. Tidak ada salahnya kamu siap-siap dari sekarang untuk mendatangi Sulawesi Tengah di musim liburan yang akan datang. Beragam wisata Sulawesi Tengah ini sayang jika kamu lewatkan.
Pantai Talise.
Sumber Gambar: willgoto.com
Destinasi wisata Sulawesi Tengah yang bisa kamu datangi di Palu adalah tentu saja pantai, karena Palu adalah daerah yang berada di pinggir laut. Salah satunya adalah Pantai Talise yang merupakan pantai paling favorit di Palu. Di pantai ini kamu akan disuguhkan pemandangan pantai dengan hamparan pasir putih dengan ombak yang tenang. Jadi kamu sangat bisa menikmati pantainya dengan berenang dan melihat sunset.
Keunikan Pulau Sulawesi berada pada pesisir pantai yang indah, daerah pegunungan yang menawan, taman nasionalnya yang indah, habitat banyak hewan endemik, keanekaragaman tradisi dan budaya, serta keindahan taman lautnya. Bahkan lautnya jadi salah satu taman laut terbaik di dunia
I.Kebudayaan.
1. Rumah Adat
Rumah adat Sulawesi Tengah disebut Rumah Tambai
2. Pakaian Adat
Pakaian adat untuk prianya berupa hiasan kepala yang khas, siga namanya, baju yang menyerupai jubah yang disebut buya dan sebilah keris (pasatimpo) terselip pada pending yang ada dipinggang.
Wanitanya memakai baju yang disebut patimah lola
3. Tari tarian Sulawesi Tengah
a. Tari Lumense dari Poso merupakan tarian selamat datang untuk menyambut tamu angung.
b. Tari Peule Cindi termasuk pula tarian untuk menyambut tamu angung. Puncak acarany adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.
c. Tari Pepoinaya tari ini menggambarkan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap keberhasilan panen atau berkah kedatangan tamu tamu penting. Tari ini digarap berdasarkan unsur ak tari tradisional dari daerah Poso, Sulawesi Tengan yang dipadukan dengan gerak tari Moenda, Motorompio, dan Molinga.
4. Senjata Tradisional
Pasatimpo adalah senjata tradisional yang terkenal di Sulteng. Bentuk hulunya bengkok kebawah dan sarungnya diberi tali.
5. Suku : Suku dan marga yang terdapat didaerah Sulawesi Tengah adalah Kaili, Kulawi, Mori, Pamona, Banggai, Balatar, dan lain lain.
6. Bahasa Daera : Kulawi, Kaili, Blatar, Mori, Banggai, dan lain lain.
7. Lagu Daerah : Tope Gugu, Tondok, Kadadingku.
Sulawesi Tengah sudah terkenal dengan budaya turun-temurun.
1.Rumah adat
Rumah adat Sulawesi Tengah atau yang populer dengan sebutan Rumah Tambi, Rumah adat yang berbentuk rumah panggung dengan atapnya yang sekaligus menjadi dinding. Selain rumah adat Tambi, ada juga rumah tradisional Lobo dan rumah Souraja.
· Rumah Adat Tambi
Di Sulawesi Tengah rumah ini merupakan tempat tinggal bagi masyarakatnya. Baik itu untuk bangsawan hingga semua lapisan masyarakat. Namun terdapat beberapa perbedaan antara rumah kelompok bangsawan dengan rakyat biasa. Perbedaannya terletak pada bubungan rumah. Nah Rumah bagi kalangan bangsawan memiliki tanda berupa simbol kepala kerbau pada bubungan, sedangkan untuk masyarakat biasa tidak ada.
Bentuk rumah adat ini segi empat dengan atap piramida yang terbuat dari daun ijuk atau rumbia. Kemudian tiangnya terbuat dari kayu bonati. Pintu rumah berbentuk segi empat dengan ruang utama (lobona) tanpa ada kamar-kamar.
· Rumah Adat Lobo
Rumah adat yang berikut ini berasal dari Desa Toro, Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ketika mendatangi desa tersebut, Tepat di tengah desa akan terlihat bangunan rumah adat lobo yang ukurannya sekitar 5×4 meter dengan dinding setinggi 1 meter.
Rumah adat Lobo memiliki fungsi utama sebagai tempat pengadilan, namun bisa juga sebagai balai rapat tetua adat, Sidang adat, Upacara, Perayaan panen hingga Rapat penentuan kapan membuka ladang.
· Rumah Adat Souraja
Terakhir adalah rumah adat Souraja. Kata Souraja sendiri berarti rumah besar, yaitu rumah yang menjadi kediaman tidak resmi bagi manggan atau raja beserta keluarga. Rumah memiliki bentuk rumah panggung yang bangunannya tertopang oleh beberapa tiang. Tiang-tiang tersebut biasanya dari kayu keras, seperti kayu bayan, ulin dan sejenisnya.
Atap rumah berbentuk piramida dengan bagian depan dan belakang tertutup dengan panapiri. Yang menarik, rumah adat ini memiliki beberapa hiasan seperti hiasan kaligrafi atau huruf Arab yang ada di jeruji pintu dan jendela, kemudian ukiran pada dinding, loteng, hingga bagian lonta-karavana.
2. Pakaian Adat Sulawesi Tengah
Ada banyak jenis untuk pakaian adat Sulawesi Tengah. Hal tersebut berkat keragaman suku yang ada di sana. Berikut beberapa diantaranya:
· Pakaian Adat Saluan
Untuk laki-laki menggunakan kemeja yang bernama Pakean Nu’moane. Baju kemeja ini biasanya mengkombinasikan dengan koja atau celana panjang. Selain itu, di kepala menggunakan Sungkup Nu’ubak dan lipa atau sarung sebagai pelengkap celana panjang.
Sedangkan untuk perempuan, pakaiannya berupa baju Sungkup Nu’ubak. Umumnya berwarna merah jambu yang berpadu dengan ikat pinggang berwarna hitam. Pakaian adat ini biasanya dipakai dalam upacara adat Tumpe. Selain itu, untuk roknya adalah Mahantam dengan warna merah jambu dengan aksesoris tambahan seperti, Kalung atau kalong, Gelang atau potto, Anting atau sunting, jaling, dan Selempang atau salandoeng.
· Pakaian Adat Kaili
Untuk laki-laki menggunakan pakaian yang bernama Baju Koje/Puruka Pajana. Baju Koje atau baju Ceki berupa kemeja berlengan panjang dengan bentuk kerah tegak. Sedangkan puruka pajana merupakan pakaian bawahan yang dipadukan dengan baju koje.
Untuk perempuan disebut baju Nggembe. Pakaian atasan berbentuk segi empat yang panjangnya sampai pinggang, lengannya lebar, dan berkerah bulat. Pakaian ini juga menggunakan kain yang lengkap dengan penutup dada. Penggunaannya juga dipadukan dengan sarung tenun Dongala untuk bawahan.
· Pakaian Adat Mori
Pakaian adat suku Mori bagi laki-laki adalah Lambu. Bentuknya blus berwarna merah dengan motif rantai berwarna kuning. Baju ini biasa dipakai dengan pasangan saluara atau celana panjang yang juga berwarna merah.
Untuk perempuan, pakaian atasan juga berupa Lambu lengan panjang merah dengan motif rantai kuning. Hanya saja untuk bawahan, menggunakan rok panjang berwarna merah l dengan motif rantai kuning.
· Pakaian Adat Suku Toli-Toli
Pakaian tradisional suku Toli-Toli untuk laki-laki berupa blus lengan panjang. Bentuk leher baju tegak dengan hiasan pita emas dan manik-manik berwarna kuning. Kemudian untuk bawahan menggunakan puyuka/celana panjang dan sarung sebatas lutut. Kemudian menggunakan Sanggo sebagai penutup kepala.
Sedangkan untuk perempuan menggunakan blus lengan pendek yang disebut Badu. Baju ini lengkap dengan hiasan pita emas dan manik-manik. Untuk bawahan biasanya menggunakan Puyuka dengan hiasan pita emas, manik-manik, ban pinggang kuning, kemudian lipa/sarung sampai lutut.
3. Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah
Kesenian tradisional setiap daerah secara umum terdiri dari berbagai macam kesenian seperti tarian, lagu daerah, alat musik hingga senjata tradisional. Begitu pula dengan provinsi Sulawesi tengah.
· Tarian Tradisional
Sulawesi Tengah memiliki banyak sekali ragam tarian daerah atau tradisional. Keragaman tersebut tidak lain akibat dari banyaknya suku yang ada di provinsi tersebut. Nah berikut beberapa diantara banyaknya tarian adat Sulawesi Tengah:
1. Tarian Baliore, tarian yang menceritakan mengenai kelincahan dan kegembiraan gadis-gadis ketika pesta panen tiba.
2. Tari Raego, tarian yang bertujuan untuk menyambut para pahlawan yang pulang dari medan perang.
3. Tari Lumense, atau yang bermakna ternang tinggi, berasal dari daerah Tokotu’a.
4. Tarian Balia, merupakan salah satu jenis tarian yang masih berkaitan dengan kepercayaan animisme.
5. Tarian Dopalak, dimainkan oleh 7 penari perempuan, seorang berperan sebagai panglima atau kepala penari. Lalu sisanya menjadi dayang-dayang.
6. Tari Torompio, tarian uang gerakannya berputar-putar, sebagai simbol insan yang sedang jatuh cinta.
7. Tarian Pepoinaya, tarian sebagai bentuk syukur atas segala karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
8. Tari Dero, tari persahabatan dengan formasi melingkar. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai tarian perdamaian.
· Alat Musik Tradisional
Banyaknya suku di Sulawesi Tengah tidak hanya menghasilkan beragam jenis tarian daerah, melainkan juga dengan alat musik tradisionalnya. Alat musik tersebut sangat unik dengan ciri khas dari sukunya masing-masing. Berikut ini beberapa diantara alat musing tradisional tersebut:
1. Ganda atau Kanda, alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul seperti gendang.
2. Geso-Geso, memiliki hanya satu buah dawai dan dimainkan dengan cara digesekkan.
3. Gimba, alat musik tradisional yang memiliki fungsi untuk memberitahukan ketika ada kejadian tertentu seperti berita duka, bencana alam, dan lain sebagainya.
4. Lalove, alat musik untuk mengiringi tari-tarian daerah atau beberapa adat tertentu.
5. Pare’e, alat musik pukul. Dimainkan dengan cara memukul menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanan untuk mengatur nada.
6. Talindo, alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik.
7. Santu, alat musik yang terbuat dari Bambu.
8. Yori, alat musik yang dimainkan untuk menghibur diri, sebab suara yang dihasilkan tidaklah keras.
· Senjata Tradisional
Berikut ini beberapa senjata tradisional yang berada di Sulawesi Tengah:
1. Parang Panjang atau Guma, merupakan pusaka turun temurun. Senjata ini ini hanya dikeluarkan ketika sedang ada acara adat. Terbuat dari batu keras dengan ukiran kepala manusia pada pangkal parang.
2. Pasatimpo, sejenis keris dengan hulu yang berbentuk bengkok ke bawah. Sarung senjata ini memiliki tali.
3. Tombak Kanjae/Surampa, senjata panjang dengan bentuk berupa tombak bermata tiga, Sekilas senjata ini serupa dengan trisula.
4. Cakalele, Senjata khas Sulawesi Tengah yang bentuknya perisai. Terbuat dari bahan kayu yang juga dilapisi dengan keping besi tipis. Cakalele menjadi alat pelindung dari serangan lawan.
J. Tokoh Terkenal.
TombolOtutu sebagai Pahwalan Nasional telah disuarakan sejak Tahun 1990-an. Namun upaya untuk mencapai hal itu terkendala dokumen resmi sebagai data primer. Puncaknya ketika Dr Lukman Nadjamuddin MHum menjadi pembicara sejarah dalam Seminar Internasional di Universitas Kebangsaan Malaysia Tahun 2014.
Ketika itu peserta seminar mendorong Dr Lukman Nadjamuddin untuk meneliti perjuangan Tombolotutu. Sebab diperoleh informasi, Pemerintah Belanda banyak menyimpan dokumen resmi yang bercerita tentang Tombolotutu. Sehingga pada Tahun 2017, Universitas Tadulako berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggagas sebuah penelitian yang dituangkan dalam sebuah buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Tombolotutu melawan Belanda.
Sejak saat itu, diskusi untuk menjadikan Tombolotutu sebagai Pahlawan Nasional terus mengemuka. Tidak hanya di kalangan akademisi, harapan untuk menjadikan Tombolotutu sebagai Pahlawan Nasional juga banyak disuarakan oleh kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, Drs H Taswin Borman MSi.
Mantan Sekda Parigi Moutong di era Bupati Longki Djanggola itu mengatakan, jika melihat historis sejarah perjuangan Tombolotutu melawan Belanda, maka Tombolotutu layak dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional “Berdasarkan historis sejarah perlawanan Tombolotutu melawan Belanda, menurut saya Tombolotutu layak menjadi Pahlawan Nasional,”kata Taswin Borman ketika menghadiri bedah buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Tombolotutu Melawan Belanda di aula Fakultas Teknik Universitas Tadulako Palu, Senin (12/11).
Menurutnya, buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini itu banyak mengulas tentang bagaimana kisah heroik yang ditunjukan Tombolotutu saat melawan Belanda. Salah satunya, ketika Pemerintah Belanda menurunkan Pasukan Marsose untuk menumpas Perlawanan Tombolotutu. Marsose adalah pasukan khusus atau pasukan elit Belanda yang pernah diturunkan saat perang Diponegoro dan perang Aceh. Kala itu pasukan Marsose yang diturunkan untuk menumpas perlawanan Tombolotutu kurang lebih berjumlah 170 pasukan "Kita sudah bisa membayangkan bagaimana kekuatan Tombolotutu saat itu, meski dengan pasukan Marsose, Belanda tidak pernah berhasil menumpas Tombolotutu. Ini data sejarah. Karena itu menurut saya Tombolotutu layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional,”kata Taswin Borman
Untuk menjadikan Tombolotutu sebagai Pahwalan Nasional, banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan. “Buku yang dibedah ini sudah cukup baik, tinggal melengkapi autobiografi Tombolotutu dan dokumen perjuangannya,”ujar Taswin. Ia juga mengakui bahwa sejak Tahun 1990-an di Sulawesi Tengah hanya dua tokoh pejuang kemerdekaan yang diwacanakan untuk diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, yaitu Haji Hayun di Tolitoli dan Tombolotutu di Parigi Moutong. Ia mengusulkan perjuangan Tombolotutu yang telah dibukukan ini menjadi muatan lokal pembelajaran di sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA sehingga setiap generasi dapat mengetahui sejarah perjuangan Tombolotutu. Taswin berharap, setelah semua persyaratan terpenuhi, Tombolotutu dapat segera diusulkan kepada Pemerintah pusat untuk menjadi Pahlawan Nasional. “Pemerintah Daerah harus serius untuk segera memproses dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Saya siap membantu tenaga dan pikiran untuk mengawal menjadikan Tombolotutu sebagai Pahwalan Nasional,”tandasnya
Acara bedah buku itu menghadirkan dua nara sumber yaitu, Prof Dr Reiza D Dienaputra MHum, sejarahwan dari Universitas Pajajaran Bandung dan Dr Sarkawi SS MHum dari Univeritas Airlanngga Surabaya. Ada satu hal menarik yang disampaikan Dr Sarkawi di acara bedah buku bara perlawanan di teluk tomini pagi tadi. Dr Sarkawi mengatakan, sebelum bertolak ke Palu, ia telah membagikan beberapa buku yang akan dibedah itu kepada para mahasiswanya untuk dibaca. “Apa yang terjadi setelah membaca buku itu, mahasiswa saya banyak yang nangis dan terharu membayangkan bagaimana heroiknya perlawanan Tombolotutu kala itu,”kata Dr Sarkawi.
Sementara itu, Dr Jamaludin yang menjadi moderator dalam acara bedah buku itu mengakhiri peranyataannya dengan satu kutipan heroik “Langkah saya bisa kalian hentikan, tapi bara perlawanan ini tak akan bisa dihentikan,”ujar Dr Jamaludin
Jeprin/Humas Pemda Parigi Moutong
K.Perguruan Tinggi dan Pendidikan Sulawesi Tengah.
Universitas atau Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Sulawesi Tengah—swasta maupun negeri—meliputi Akademi, Institut, Politeknik, Sekolah Tinggi, dan Universitas. Selain nama Perguruan Tinggi, daftar berikut ini juga dilengkapi dengan lokasi atau alamat, nomor telepon, serta situs atau website perguruan tinggi bersangkuan.
Daftar ini juga disertai strata/jenjang pendidikan yang disediakan di universitas/perguruan tinggi, meliputi D3, S1, hingga S3, beserta jurusan atau fakultasnya. Jika Anda kebetulan warga Sulawesi Tengah dan ingin kuliah di Sulawesi Tengah, daftar ini bisa digunakan untuk mencari tahu universitas mana yang sekiranya cocok dengan pilihan Anda. Begitu pula kalau Anda bukan warga Sulawesi Tengah namun ingin kuliah di Sulawesi Tengah, daftar ini juga bisa dijadikan rujukan.
Di masa mendatang, daftar ini bisa saja berubah, karena selalu ada kemungkinan lahirnya universitas-universitas baru di Sumatera Barat. Silakan mencari universitas atau perguruan tinggi favorit Anda.
AMIK Luwuk Banggai
Lokasi: Banggai, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Urip Sumoharjo 1 No. 3 Luwuk 94715
Telepon: 0461-325274
D3:
Manajemen Informatika
Komputerisasi Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai
Lokasi: Banggai, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 79 Luwuk 94711
Telepon: 0461-23452
S1:
Teknik Sipil
Teknik Industri
Agribisnis
Agroteknologi
Budidaya Perairan
Manajemen
Ilmu Pemerintahan
Ilmu Komunikasi
Ilmu Hukum
Universitas Tompotika Luwuk Banggai
Lokasi: Banggai, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Dewi Sartika No. 65 Luwuk 94715
Telepon: 0461-324027
S1:
Kesehatan Masyarakat
Teknik Sipil
Arsitektur
Agribisnis
Agroteknologi
Ekonomi Pembangunan
Manajemen
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Pemerintahan
Ilmu Hukum
Pendidikan Matematika
Bimbingan Dan Konseling
Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan
AMIK Tri Dharma Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Undata No. 5 Palu Kotamadya Palu 94111
Telepon: 0451-425727
Website: www.amik-tridharma.ac.id
D3:
Manajemen Informatika
Teknik Informatika
ASMI Shita Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jln. Jend. Soeprapto No. 67 Palu 94111
Telepon: 0451-424-340
D3:
Manajemen Perkantoran
Manajemen Bisnis
Kesekretariatan
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pancamarga Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Dayo Dara No. 18 B, Palu 94118
Telepon: 0451-53601
S1:
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Administrasi Niaga
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pembangunan
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Nuri 18, Palu 94117
Telepon: 0451-424339
S1:
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Administrasi Niaga
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Pelita Mas
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Monginsidi No. 106-A Palu 94125
Telepon: 0451 - 458681
S1:
Farmasi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Towua No. 114 Palu 94000
Telepon: 0451-485603
S1:
Kesehatan Masyarakat
Ilmu Keperawatan
Sekolah Tinggi Perikanan Dan Kelautan Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Soekarno Hatta, Palu 94118
Telepon: (0451) 4709936
Website: http://stplpalu.com
D3:
Mesin Dan Peralatan Perikanan
Teknologi Penangkapan Ikan
S1:
Teknologi Hasil Perikanan
STIE Panca Bhakti Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. DR. Suharso No. 36 A Palu
Telepon: 0451-421303
Website: www.stiepbpalu.com
S1:
Manajemen
Akuntansi
S2:
Manajemen
STISIP Panca Bhakti Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Dr. Soeharso No. 36 A, Palu 94111
Telepon: 0451-422292
S1:
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Komunikasi
STMIK Adhi Guna
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Dr. Wahidin No. 15 Palu 94111
Telepon: 0451-455530
S1:
Teknik Informatika
Sistem Informasi
STMIK Bina Mulya Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Soeprapto No. 38 Palu
Telepon: 0451-451222
Website: http://binamulia.ac.id
S1:
Teknik Informatika
Sistem Informasi
Universitas Alkhairat
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Diponegoro No. 39 Palu 94221
Website: www.unisa-palu.ac.id
Universitas Muhammadiyah Palu
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Hang Tuah No. 29, Palu 94118
Telepon: 0451-425627
S1:
Kesehatan Masyarakat
Teknik Sipil
Agribisnis
Kehutanan
Manajemen
Ilmu Administrasi Negara
Sosiologi
Ilmu Hukum
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Bahasa Inggris
STKIP Veteran Sidrap
Lokasi: Pangkajene, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Pelanduk No. 6 Pangkajene 91611
Telepon: (0421) 91292
S1:
Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan
STKIP Andi Mattappa
Lokasi: Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Andi Mauraga No. 70 Pangkajene 90000
Telepon: 0410-21770
S1:
Pendidikan Matematika
Bimbingan Dan Konseling
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Amsir
Lokasi: Pare-Pare, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Bau Massepe No. 52 A Pare-Pare 91122
Telepon: 0421 27203
S1:
Ilmu Hukum
Universitas Muhammadiyah Pare-Pare
Lokasi: Pare-Pare, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Pare-Pare 91111
Telepon: (0421) 22757-25524
S1:
Kesehatan Masyarakat
Teknik Elektro
Teknik Sipil
Agribisnis
Agroteknologi
Peternakan
Budidaya Perairan
Teknik Informatika
Ekonomi Pembangunan
Akuntansi
Pendidikan Matematika
Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Bahasa Inggris
S2:
Agribisnis
Akademi Sekretari Manajemen Amsir Pare-Pare
Lokasi: Parepare, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Bau Massepe No. 52-A Parepare 91122
Telepon: 0421-24-808
D3:
Manajemen Perusahaan
Sekretari
STIE Amsir Pare-Pare
Lokasi: Parepare, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl H.A. Sapada No. 32A Parepare 91122
Telepon: 0421-3311988
Website: http://stieamsir.ac.id
S1:
Manajemen
S1:
Teknik Sipil
Agroteknologi
Peternakan
Ekonomi Pembangunan
Manajemen
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Hukum
Pendidikan Biologi
Pendidikan Bahasa Inggris
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Mujahidin Toli-Toli
Lokasi: Tolitoli, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Dr. Samratulangi No. 51 Tolitoli 94515
Telepon: 0453-22574
S1:
Agribisnis
Agroteknologi
Peternakan
Perikanan
STISIP Mujahidin
Lokasi: Tolitoli, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Tirtarya, Buol, Tolitoli 94515
Telepon: 0445-211-069
S1:
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Pemerintahan
Universitas Madako Toli-Toli
Lokasi: Tolitoli, Sulawesi Tengah
Alamat: Jl. Madako No. 1 Tolitoli 94514
Telepon: (0453) 21582
S1:
Teknik Sipil
Arsitektur
Agroteknologi
Peternakan
Budidaya Perairan
Ekonomi Pembangunan
Manajemen
Ilmu Administrasi Negara
Ilmu Pemerintahan
Ilmu Hukum
Teknologi Pendidikan
Pendidikan Bahasa Inggris


.jpg)











.jpg)
